Krisis Anggaran Terpa Damkar Kabupaten Pemalang

Bahkan kondisi unit pemadam kebakaran sendiri disebut hidup segan mati tak mau.
Hal ini disampaikan oleh Drajat, selaku Plh Satpol PP Kabupaten Pemalang kepada tim bulat.co.id, pada Rabu siang (28/6/23) lewat sambungan teleponnya.
Baca Juga:
Baca Juga :Ini Kabupaten Termiskin Nomor Dua di Provinsi Jawa Tengah, Yuk Simak Penjelasannya
Lebih lanjut Plh Satpol PP Pemalang, Drajat menuturkanbahwa ketersediaan keuangan yang dianggarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam satu tahun kususnya pada 2023 sebesar Rp.124.000.000 tidak ideal.
"Bahkan pada bulan April anggaran tersebut telah habis. Keterbatasan anggaran dan fasilitas yang dimiliki membuat Damkar Kabupaten Pemalang kesulitan dalam menjalankan operasional, terutama dalam menangani kebakaran di daerah yang sulit dijangkau," kata Drajat.
Baca Juga :Anak Jalanan dan PGOT Masih menjadi Masalah Sosial di Kabupaten Pemalang
ia menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan rutinitas operasional, seperti pembelian BBM, perawatan, dan lainnya, tim Damkar Kabupaten Pemalang bahkan harus menggunakan dana pribadi untuk membiayai kegiatannya. Padahal sebelumnya pemerintah daerah pernah menganggarkan biaya operasional Damkar sebesar Rp. 680.000.000 dalam satu tahunya.
Dengan habisnya anggaran pada bulan April, aktivitas Damkar di khawatirkan akan lumpuh. Oleh karena itu Drajat berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang untuk mengatasi krisis anggaran yang dihadapi Damkar saat ini.

Dewi Suryani Minta Pemerintah Buka Pasar Bazar Week End di Labuan Bajo

Bicara Political Will, Frid Ndarung: Edi Weng Belum Maksimal

Ranperda Pangan Lokal Jadi Solusi Dari Permasalahan yang Dihadapi Petani dan Pelaku UMKM

Warga Curhat ke DPRD Soal Harga Pangan Lokal yang Murah dan Ketiadaan Pasar

Ino Peni Menyebut Reklamasi Pantai Mawatu Berdampak Buruk Pada Ekosistem Laut karena Membabat Mangrove
