Pos Pendakian Gunung Slamet Ditutup, Ini Alasannya

Sejak Minggu, 12 Mei 2024, status Gunung Slamet dinaikkan menjadi 'WASPADA' atau Level II. Kenaikan status ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau oleh otoritas setempat.
Sebagai langkah pencegahan, jalur pendakian ke Gunung Slamet ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Baca Juga:
Dikutip dari sumber media online pengelola basecamp pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Saiful Amri, menjelaskan bahwa penutupan jalur pendakian sebenarnya sudah dilakukan sejak akhir pekan lalu. Namun, pengumuman resmi baru disampaikan hari ini.
"Penutupan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan para pendaki dari kemungkinan risiko yang bisa terjadi akibat peningkatan aktivitas vulkanik," ujar Saiful Amri.
Langkah ini diambil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan keamanan para pendaki yang sering menjadikan Gunung Slamet sebagai tujuan petualangan mereka. Pihak berwenang akan terus memantau situasi dan memberikan pembaruan informasi terkait status gunung tersebut.
Para pendaki dan masyarakat di sekitar diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi akibat peningkatan aktivitas vulkanik ini.

Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun 2024, BMKG Waspadai Potensi Bencana

Judi Online Ancam Ketenangan Rumah Tangga, MUI Imbau Masyarakat Waspada

TPA Pesalakan Puluhan Tahun Beroperasi Akhirnya Ditutup

Makin Panjang, Inilah Sederet Misteri Orang Tenggelam di Sungai Waluh Pemalang

Aktivitas Gunung Slamet kembali meningkat, Rekaman seismograf di Pos Pengamatan Gunung api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, pada
