Kasus Siswi SMAN 8 Medan yang Tidak Naik Kelas Berlanjut, Arfan SH : Tangkap Rosmaida dan August Sinaga

bulat.co.id -MEDAN I Beredarnya surat kenaikan bersyarat terhadap MSF, siswi Kelas XI SMA Negeri 8 Medan, semakin membuktikan adanya faktor balas dendam sang Kepala Sekolah (Kepsek) Rosmaida Asianna Purba, terhadap anak didiknya tersebut.
"Indikasinya jelas, karena Coky Indra, orangtua si siswi telah melaporkannya ke Polda terkait kasus pungli. Ini jelas bukan sekadar asumsi, karena jelas dari beberapa poin kenaikan kelas bersyarat itu, Kepsek berupaya menekan orang tua siswi dan ditegaskan dengan kata-kata wajib, ini jelas pembungkaman terhadap setiap orang dalam meneriakkan keadilan dan kebenaran di Negeri ini," kecam praktisi hukum sekaligus alumni SMA Negeri 8 Medan, Arfan, SH di Medan, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga:
Menurut Arfan, di dalam surat itu juga jelas, kenaikan bersyarat dengan 16 poin didalamnya, sengaja dijadikan alat tawar menawar (bergaining) antara Kepsek yang punya kuasa dalam menentukan nasib akademik siswa siswinya, dengan Coky Indra yang telah melaporkan dugaan pidananya ke polisi.
"Jadi kalau dikatakannya bahwa MSF tidak naik kelas karena faktor absensi, jelas itu hanya alasan yang dicari-carinya. Faktanya lihat saja isi dari kenaikan bersyarat itu, memang sudah dirancangnya secara matang agar kasus yang menjeratnya tidak berlanjut," tegasnya.

Sukhairi Diduga Mangkir dari Panggilan Polda Sumut terkait PPPK 2023.

Kajati Sumut Tuntut Pidana Mati 56 Terdakwa Narkotika: Sampaikan Kinerja saat RDP Dengan Komisi III DPR RI

Nuriyono : Jangan Tekan Hak Azasi EEL Sebagai Warga Negara.

Gagalkan Peredaran 272 Kg Ganja Asal Aceh, Polda Sumut Amankan Dua Pelaku

Ketua DPD KAI Sumut : Terkait Kasus Melibatkan EEL, Penyidik Polda Sumut Tidak Profesional
