Melihat Kondisi JIS, Mulai Dari Rumput Tak Standar Hingga Bus Pemain Tak Bisa Masuk

bulat.co.id -JAKARTA | Setelah Ketua PSSI Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Pj Gubernur DKI meninjau JIS, ditemukan beberapa kekuranngan terhadap fasilitas lapangan yang rencananya akan dijadikan salah satu lokasi digelarnya Piala Dunia U-17.
Beberapa kekurangan itu diantara, ruput yang dinilai tidak standar FIFA dan akses masuk ke JIS untuk bus pemain dan ofisial tim sepakbola. Atau artinya, bus pemain tidak dapat masuk. Sehingga direncanakan pembongkaran.
Baca Juga:
Baca Juga :Ajukan Rp 228,9 Miliar, AC Milan Berencana Angkut Pulisic dari Chelsea
Basuki mengatakan, pintu tersebut perlu dilebarkan agar bus besar untuk pemain atau ofisial bisa masuk ke dalam JIS. Akses bus pemain ini jadi salah satu yang disorot agar memenuhi standar FIFA.
"Ini mohon maaf, jadi kondisi sekarang bus
tak akan bisa masuk sini. Nanti pemain masuk sini, lift diblok untuk pemain,
bus besar. Kondisi sekarang tak bisa masuk karena ada pintu tiket di sana. Jadi
harus dilebarkan atau dibongkar," lanjut dia.
Sebelumnya, Basuki mengatakan akses ke JIS yang
existing hanya ada satu. Menurutnya, akses ke JIS bagi penonton yang cuma satu
berbahaya.
Baca Juga :Mengintip Gaji Messi Setelah Gabung Klub Inter Miami
"Akses ke stadion yang ada existing sekarang
hanya ada satu, menurut saya ini bahaya, apalagi di lingkungan penduduk,"
kata Basuki.
Basuki mengatakan, akan menambah 5 akses lagi
menuju JIS. Salah satunya membangun jembatan penyeberangan.
"Lima akses lagi baik dengan jembatan
penyeberangan, karena kemarin pengalaman menurut Jakmania ada banyak yang
parkir di Ancol sehingga kalau ke sini harus muter. Jadi akan kita bangun
jembatan supaya lebih cepat," ujar Basuki.
Selain itu, PT KAI dilibatkan dalam penambahan
akses ke JIS. Termasuk Jasa Marga yang akan mempercepat jalan penyambung ke JIS.
"Kalau ada dari stasiun kita akan bawa ke
sini. Ramp untuk Tol, Jasa Marga akan kita percepat selesai agar bisa diakses
lagi. Semua kita keroyokan ada yang dikerjakan Gubernur DKI, PUPR, ada yang
dikerjakan KAI, Jasa Marga," ucap Basuki.
Baca Juga :Kejurda Tinju Piala Bupati Berakhir Sukses,Pakpak Bharat Raih Juara Umun
Terkait rumput JIS, Basuki mengatakan akan mengganti rumput
sesuai standar FIFa, sehingga dapat digunkana untuk perhelatan Piala Dunia
U-17. "Kita akan ganti semua rumput tersebut, sesuai dengan ahlinya beliau (Qamal).
Pak Qamal sebagai ahli agronomi untuk rumput di stadion. Menurut beliau, harus
diganti, kalau mau tiga bulan bisa dipakai. Itu jangka pendek saja," ucap
Basuki.
"Nanti kalau jangka panjangnya, mungkin harus diubah rumputnya. Jadi itu
salah satunya, rumput yang sekarang tidak dapat memenuhi kriteria FIFA sesuai
dengan pengalaman beliau. Itu akan diganti dengan rumput yang lain untuk bisa
dipakai," sambung Basuki. (dhan/sumber)

PSSI Evaluasi Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong, Mau Dipecat?

Dukung Jalan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026 Kemenkumham Beri Naturalisasi

Maruarar Sirait Nilai Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Cocok Pimpin IKN

Arya Sinulingga Tunda KLB Asprov PSSI Sumut demi Fokus PON 2024

Askab PSSI Pakpak Bharat Gelar Turnamen U-17, Ini Syaratnya
