Sederetan Fakta Tradisi Sebar Uang Udik-udikan Bos Batik Pekalongan, Mulai Tebar Uang Rp 35 Juta Hingga Dipanggil Pihak Kepolisian

Ramadhan pun sempat mendapat julukan "Crazy Rich Pekalongan" karena harta yang dimilikinya begitu banyak.
Baca Juga:
Kelahiran anak ketiganya pun
membuat Ramadhan beserta keluarganya bersyukur. Sebagai bentuk rasa syukur
tersebut, Ramadhan pun mengungkap dengan warga sekitar bahwa dirinya akan
melaksanakan tradisi udik-udikan dan mengundang warga di sekitar tempat
tinggalnya.
Baca Juga :Bom Mobil Meledak di Suriah, 8 Orang Tewas
Ramadhan pun mengaku dirinya hanya
menyebarkan uang dari bagian atas rumahnya dan dari bawah. Ini dilakukan agar
para warga bisa mendapatkan uang tersebut. Ribuan warga pun berebut mengambil
uang sebaran udik-udikan tersebut.
Ramadhan mengaku bahwa pelaksanaan
tradisi ini sempat dilarang oleh pihak berwajib. Namun dirinya dan pihak
keluarga bersikukuh untuk tetap melaksanakan udik-udikan ini dengan alasan
melestarikan budaya dan tradisi.
"Ya tadinya memang dari pihak
berwajib sudah menyarankan untuk tidak dilaksanakan (udik-udikan). Tapi ya
gimana ini sudah jadi adat. Orang-orang juga sudah menanti semua di luar rumah,
untuk massanya terlalu banyak. Ya udah lah kita laksanakan saja," lanjut
Ramadhan.
Akibat acara udik-udikan ini,
pagar kantor Kelurahan Jenggot menjadi rusak. Kini kasus udik-udikan itu
ditangani oleh Polres Pekalongan, di mana Ramadhan akan segera dipanggil untuk
dimintai keterangan.
Setelah melakukan diskusi dengan pihak kantor Keluruhan Jenggot, Ramadhan pun berjanji akan mengganti rugi pagar kantor yang rusak.

dr. Riski Ramadhan Hasibuan Dukung UMKM Lokal Kota Tebing Tinggi

dr. Riski Ramadhan Hasibuan Berbagi Jumat Berkah, Diapresiasi GPA Kota Tebing Tinggi

Tempat Pembuangan Sampah di Lahan Hutan Milik KPH Pekalongan Timur Tuai Kritik Warga

Jalin Silaturahmi Dengan Ulama dan Warga, Rizal Bawazier Hadiri Khaul Bawang Kabupaten Batang

dr. Riski Ramadhan Sosok Kader Gerindra di Sergai yang Populer dan Elektabilitas Tinggi
