Warga di Nabire Papua Bentrok, 2 Orang Tewas dan 13 Rumah Dibakar

"Kepala Suku Mee Topo John Madai, dan Sekretaris Distrik Uwapa Karel Petege sudah berupaya mengimbau masyarakat suku Mee agar tidak melakukan pembakaran, tapi tidak diindahkan. Mereka juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan memilih untuk menunggu hasil mediasi," ujar Wayan.
Baca Juga:
Wayan juga mengajak kedua tokoh adat untuk membantu Polri menjaga situasi Kamtibmas dengan mencegah terjadinya tindakan serupa. Dia mengingatkan pertikaian tersebut hanya akan merugikan kedua belah pihak.
"Kedua belah pihak telah mengalami korban dalam insiden ini, namun jika tindakan semacam ini terus terjadi, maka pertikaian lebih lanjut dapat terjadi," ungkapnya.
Bentrokan Bermula Akibat Pencabutan Tapal Batas
Bentrokan berawal dipicu dari pencabutan tapal batas lokasi tanah adat di Kampung Urumusu, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire pada Senin (5/6/23) sekitar pukul 12.00 Wita. Insiden itu mengakibatkan 2 warga tewas setelah dievakuasi ke rumah sakit.
"Dua korban tersebut telah dibawa ke RSUD Nabire," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Adi Prabowo saat dikonfirmasi, Selasa (6/6/23).

3 Anak Kampung Desa Watu Manggar Manggarai Barat Rindu Kehadiran Listrik Negara

Niat ke Pantai, Warga Lokal Harus Bayar Tiket Rp 20 Ribu per Orang

Mobil Box Tabrak Dua Sepeda Motor di Jalinsum Sergai

Polsek Tanjung Beringin berhasil Amankan Dua Pelaku Pencurian Bobol Atap Rumah Warga

Bambang Warga Sergai Tewas, Diduga Jadi Korban Tabrak Lari
