Ibu Bunuh Bayi Karena Jenis Kelamin Gegerkan Labuhanbatu Utara, Edan !

Bayi laki-laki tersebut diketahui disembelih oleh YN menggunakan parang dan kampak.
Baca Juga:
Darah segar masih mengalir di lantai rumahnya saat ditemukan oleh tetangga korban pada Senin (23/9/2024) pagi.
WN keluar rumah dan memanggil tetangga sembari mengumumkan "Kalian lihat anakku".
Para tetangga yang mendengar teriakan tersebut mencurigai sesuatu dan memasuki rumah YN. Mereka terkejut melihat bayi laki-laki tergeletak di lantai dengan luka berdarah di leher.
Warga segera membawa korban ke rumah sakit sementara YN pingsan di dalam rumahnya. Suaminya yang bekerja jauh dari rumah diberitahu menyangkut kejadian mengerikan ini.
Polisi berhasil mengamankan pelaku atas tindakan kejam yang dilakukannya. YN diduga membunuh bayinya sendiri lantaran kecewa bahwa bayinya adalah seorang laki-laki, sementara ia sangat menginginkan anak perempuan.
Barang bukti berupa parang, kampak, dan tilam bayi ditemukan di lokasi kejadian.
Kepolisian bergerak cepat setelah mendapat laporan dari warga. Kasi Humas AKP Syafrudin menyatakan bahwa kejadian ini sangat tragis dan melampaui batas kemanusiaan. Polisi akan mendalami lebih lanjut mengenai kondisi kejiwaan YN.
Kasus ini telah mengundang duka mendalam bagi seluruh masyarakat sekitar. Kita harus tetap peka terhadap kondisi psikologis individu di sekitar kita, terutama para ibu yang baru melahirkan.
Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Rantau Prapat sementara YN telah diamankan dan akan diproses lebih lanjut oleh kepolisian.

Tak Dikerjakan Tepat Waktu, Inspektorat Labura akan Periksa Proyek Jembatan Desa Pematang

Proyek Jembatan Desa Pematang Menyebrang ke Tahun 2025, Kadis PMD: Kembalikan Anggarannya ke Kas Desa

Sudah Berganti Tahun Anggaran, Pembangunan Jembatan di Desa Pematang Tahun 2024 Tak Kunjung Selesai

Quick Count Pilkada Labura Paslon Hebat Unggul Dari Kotak Kosong

Marak Galian C Diduga Ilegal, Kades Pematang Labura : Tangkapkan Terus.

3 Komisioner Sempat 'Ditahan' Pendukung Bacalon, KPU Sumut: Hormati Aturan

Pelaku Wisata: Labuan Bajo Masih Promosi untuk Hadirkan Investor

Sainal Mengaku Keliru, Yang Menyebut Kerusakan Lahan Pertanian karena Bencana Alam Bukan Penyidik

Ferdy Hasiman Minta Pemda Terapkan Pajak Gelombang Udara

Kali ini Edi Endi Benar benar Mendatangkan Uang Dari Laut ke Darat

Warga di Labuan Bajo Marahi Pemilik Hotel karena Dilarang Masuk Pantai

Operasi Tak Berizin Hingga Merugikan Petani, Penyidik Sebut Itu Bencana Alam

Ketua PSI Sergai Buka Puasa Bersama dengan Alumni Sekolah Perwira Angkatan 20.1992/1993 Sukabumi
