Tragedi Berdarah di Negeri Jiran: WNI Ditembak, Kemlu Bergerak Cepat

Antara
bulat.co.id -JAKARTA I Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) terus berupaya mengungkap kasus penembakan yang menewaskan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Miri, Malaysia.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menyatakan bahwa Konsulat Jenderal RI (KJRI) Kuching telah berkoordinasi intensif dengan kepolisian setempat sejak menerima laporan pada 30 Juli lalu.
Baca Juga:
Hasil otopsi yang dilakukan pada 1 Agustus mengkonfirmasi bahwa penyebab kematian korban adalah luka tembak. Saat ini, jenazah masih berada di Rumah Sakit Miri.
KJRI Kuching dijadwalkan bertemu dengan kepolisian Miri pada Senin, 5 Agustus, untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian dan perkembangan penyelidikan.
Korban, yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, diketahui bekerja di perkebunan kelapa sawit di Miri. Diduga, peristiwa nahas ini terjadi saat korban berusaha mengejar pelaku pencurian.
Editor
:
Tags
Berita Terkait

Ini Imbauan Kemlu RI untuk WNI yang Terbang ke Timur Tengah, Buntut Iran Vs Israel

Warga Indonesia di Turki Mulai Nyoblos Pemilu 2024, Tercatat 6.161 Pemilih

Gempa Dahsyat di Jepang, WNI Mengungsi ke Masjid

Resmi Jadi WNI, Ini Tekad Jay Idzes untuk Sepak Bola Indonesia

Viral WNI di Taipei Sudah Dapat Surat Suara Pemilu 2024, KPU Bilang Begini

Bukan Pemain Kaleng-kaleng, Kenapa Justin Hubner Lebih Pilih Timnas Indonesia Ketimbang Belanda?
Komentar
Berita Terbaru

Pelaku Wisata: Labuan Bajo Masih Promosi untuk Hadirkan Investor

Sainal Mengaku Keliru, Yang Menyebut Kerusakan Lahan Pertanian karena Bencana Alam Bukan Penyidik

Ferdy Hasiman Minta Pemda Terapkan Pajak Gelombang Udara

Kali ini Edi Endi Benar benar Mendatangkan Uang Dari Laut ke Darat

Warga di Labuan Bajo Marahi Pemilik Hotel karena Dilarang Masuk Pantai

Operasi Tak Berizin Hingga Merugikan Petani, Penyidik Sebut Itu Bencana Alam

Ketua PSI Sergai Buka Puasa Bersama dengan Alumni Sekolah Perwira Angkatan 20.1992/1993 Sukabumi
