Bappenas: Penguatan Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri Penting Untuk Mendukung Diplomasi Internasional Indonesia

Sebagai Narasumber adalah Sekjen Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan, Nuzula Anggraini dari Bappenas, Komjen Pol (Purn) Prof. Dr. H. Iza Fadri, Dubes RI untuk Myanmar 2018-2023, serta Kabareskrim Polri diwakili Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.
FGD kali ini dihadiri berbagai pihak sekira 230 peserta mulai dari Anggota Kompolnas, Pimpinan Satker Mabes Polri, Divhubinter, Atase Kepolisian beberapa negara dan Staf Teknis, Tim Koor Interpol, Atase Kepolisian Negara Mitra, Akademisi Perguruan Tinggi, hingga peserta didik Sespimti, PKN Tingkat 1, Serdik Sespimen hingga Mahasiswa PTIK.
Baca Juga:
Keynote Speech dibacakan oleh Irjen Pol. (Purn) Benny J. Mamoto mewakili Ketua Kompolnas, Marsekal TNI (Purn). Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang pada waktu bersamaan memdampingi Presiden Joko Widodo.
Data kejahatan transnasional intas negara dari tahun 2021 hingga 2023 terus meningkat tajam secara signifikan.
"Oleh karenanya, kami berharap ikhtiar penguatan Atase Kepolisian sebagai bagian dari optimalisasi Diplomasi Internasional Indonesia akan bisa tercapai terkhusus kaitannya meninimalisir kejahatan transnasional lintas negara dan perlindungan hukum bagi WNI", paparnya.
Selaras dengan itu, Anggota Kompolnas Irjen Pol. (Purn) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M., dalam sambutan testimoninya menuturkan bahwa pada saat masih aktif sebagai Anggota Polri dulu pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat mengunjungi Atase Kepolisian.
Kemdian, baru-baru ini Kompolnas melakukan kunjungan kerja ke Eropa; Jerman dan Belanda dengan melihat secara langsung, rupanya tidak ada yang berubah kondisi Atase Kepolisian, yakni tata kerja Atpol hingga kini masih dengan model tata kerja manajemen "Tukang Bakso", semua kegiatan dihandel sendiri dalam berbagai kegiatan tanpa memiliki staf dalam segala urusan kinerja kepolisian.
Padahal diluar negeri tantangannya semakin banyak seiring perhatian besar Indonesia dalam Diplomasi Internasionalnya meminimalisir kejahatan transnasional, kejahatan siber, TPPO, Tindak Pidana Narkotika, Pencucian Uang, Kejahatan Kehutanan dan Satwa Liar Kejahatan Perikanan, Perdagangan Benda Illegal Cagar Budaya yang dalam praktiknya selalu melibatkan para pelaku kejahatan lintas negara.
Untuk itu FGD kali ini penting merumuskan rekomendasi yang dibutuhkan.
Sekjen Kemlu, Cecep Herawan menyampaikan sesuai arahan Presiden bahwa Pola Pembentukan Organisasi harus didesain secara tepat ukuran, tepat fungsi dan tepat prosesnya. Oleh karenanya dalam optimalisasi Atase Kepolisian juga harus mengikuti kebijakan tersebut mengingat pentingnya keterlibatan semua unsur dalam fungsi Diplomasi Internasional.

Kasus PPPK Langkat, Kompolnas : Poldasu Langgar Kode Etik dan Tak Profesional

Satu Tahun Dua Bulan AKBP Wahyudi Raih Kompolnas Award

Kompolnas Turun Gunung Pasca Tewasnya Wartawan Satu Keluarga

Ternyata! 40 Juta Pekerja Indonesia Miliki Gaji di Bawah Rp 5 Juta Per Bulan

Kompolnas Sosialisasi Kertas Posisi Perlindungan Hukum untuk Jurnalis dan Kebebasan Pers
