Polemik Pernikahan Anjing, Dinilai Lecehkan Adat Hingga Sampaikan Maaf

"Tadinya mau merayakan ulang tahun Jojo aja.
Ternyata kenapa nggak sekalian dibikinweddingaja ya. Ya
sudah kami cari vendor sana-sini akhirnya pernikahan terjadi," ujar Valen.
Baca Juga:
Valen tak menampik kalau uang yang dihabiskan untuk
acara ini mencapai Rp200 juta lebih. Biaya itu dipakai untuk membeli kostum,
katering, dekorasi, hingga hadiah untuk para undangan yang hadir.
"Hadiah adadoorprize, karena kita
ada lombafashion showanjing danownernya dengan
baju adat tema Nusantara. Kami berikan hadiah kepada tiga pemenang. Doorprizemobil
CRV mainan untuk anak, terus ada hadiahvacuum cleaner, yang
totalnya hampir Rp10 juta," terangnya.
Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Devie
Rahmawati, mengatakan, pangkal utama dari munculnya perdebatan bahkan sindiran
dari warganet atas pernikahan mewah sepasang anjing ini karena
"praktik-praktik orang yang mengglorifikasi kekayaan secara
berlebihan".
"Kasus-kasus pamer kekayaan ini belakangan juga
marak dikuliti warganet dan berakhir dengan pemeriksaan di kepolisian bahkan
KPK," kata Devie.
Dia mencontohkan kasus anak pejabat Direktorat
Jendral Pajak, Mario Dandy yang memamerkan kendaraan mewah milik bapaknya di
Instagram. "Pangkal utamanya adalah mau hidup di ruangonlineatauofflineitu
sederhana, Anda harus tahu ada budaya, etika yang perlu diperhatikan kalau Anda
ingin hidup harmonis dengan orang lain," ujar Devie.
"Mengingat manusia hidup bersosial, sehingga
kita tidak bisa merasa bahwa kita punya hak absolut untuk melakukan apapun dan
melupakan orang-orang di sekitar kita," sambungnya.
Itu mengapa bagi Devie tidak ada yang salah dengan
"kebaperan" sebagian orang melihat foto-foto mewah pesta pernikahan
anjing tersebut. "Sebab ketika mengunggah sesuatu di media sosial dan dilihat
oleh beragam orang dengan latar belakang pendidikan dan ekonomi yang berbeda,
ada baiknya orang-orang tidak melakukan hal yang berpeluang membuat orang lain
murka. Jadi tanggung jawab sosial dari dampak sebuah komunikasi bukan pada sang
penerima pesan, tapi produsen pesan," urainya. (dhan/bbs)

Wajah Balita di Toba Digigit Anjing Peliharaan Tetangga

Nggak Bisa Bayar Utang Pinjol? Ini 3 Solusi yang Boleh Dicoba

Dinas Perdagangan Berharap Pedagang Pasar Baru Segera Lunasi Hutang Rp 3,9 Milyar

Harimau Sumatera yang Dilepasliarkan Menteri LHK Muncul Lagi di Langkat dan Terkam Seekor Anjing

Ayah Maxime Bouttier Ungkap Ketulusan Luna Maya, Netizen: Calon Papa Mertua Approved
