Ibu Ini Ngaku Dianiaya Polisi saat Menyusui Anaknya

Istimewa
bulat.co.id - MEDAN | Seorang ibu di Jalan Elang, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan mengaku menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh personel kepolisian Polrestabes Medan.Akibat penganiayaan itu, ia mengalami luka di bagian bibir. Bahkan, dia juga mengaku wajahnya ditampar.
Korban bernama Ella Napitupulu (25) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang botot (pencari barang bekas) mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Rabu (21/2/24) sekira pukul 14.55 WIB. Kala itu, ia sedang duduk di teras rumahnya sembari menyusui anaknya.
Ia menjelaskan saat itu becak motor yang biasa dipakainya kerja terparkir di depan rumahnya. Tiba-tiba, diduga pihak kepolisian datang ke lokasi untuk mengambil becak motornya.
"Jadi saat itu dikira polisi ini becak ku dipakai pencuri ini (pelaku curanmor) jalan. (Padahal) becak saya tidak ada sama sekali sangkut pautnya. Saya pertanyakan mana buktinya, mereka tak bisa tunjukkan," ungkapnya.
Perselisihan pun terjadi. Proses tarik menarik antara dirinya dengan diduga personel kepolisian berlangsung panas. Warga sekitar pun langsung keluar dari dalam rumah untuk mencari tahu kejadian yang sedang terjadi serta membantu korban.
"Saat berseteru itu saya tetap menggendong anak. Ada dua polisi yang ribut sama saya. Mereka ngaku dari Polrestabes (Medan). Dua orang ini yang melakukan kekerasan ke saya," ujarnya.
"Mulutku berdarah semalam, lalu muka ku ditampar. Mulut berdarah karena kena siku. Mereka sempat juga menodongkan senjata ke warga," sambungnya.
Ia menyebutkan karena suasana sudah memanas, personel kepolisian tersebut mulai mundur. Becak motornya tidak jadi dibawa. Petugas kepolisian pergi dengan membawa dua pelaku menggunakan mobil dan satu unit sepeda motor.
Ella mengungkapkan sejauh ini belum tahu apakah akan melaporkan hal itu ke Propam atau tidak. Pihaknya masih berbincang dengan keluarga untuk meminta saran apa yang harus dilakukan.
"Ini lagi dibicarakan dengan keluarga. Tapi pagi ini, petugas Propam juga sedang datang ke rumah untuk menanyakan hal itu," tutupnya.
Adapun peristiwa yang menimpa Ella ini telah beredar di media sosial. Video yang menggambarkan keributan antara dirinya dengan petugas kepolisian telah viral.
Dilihat, video itu berdurasi beberapa menit. Tampak memang saat itu warga dan korban sedang cekcok dengan diduga petugas kepolisian. Ella, yang sedang menggendong anak, tampak mengenakan baju merah dengan kondisi menangis.
"Polisi salah duga, saat tangkap maling di Mandala, malah pukul ibu bawa bayi," demikian narasi di dalam video tersebut.
Di lain pihak, Kasi Humas Polrestabes Medan Iptu Nizar Nasution mengatakan sejauh ini dirinya belum mendapatkan informasi soal itu.
Baca Juga:"Ada sekitar 5 personel kepolisian tidak mengenakan baju dinas masuk ke sekitar lingkungan dekat rumah saya. Mereka menangkap ada dua warga, sekitar lima rumah dari saya, perkara pencurian," kata Ella, Jumat (23/2/24).
Editor
: Hendra Mulya
Tags
Berita Terkait

Ketua PSI Sergai Buka Puasa Bersama dengan Alumni Sekolah Perwira Angkatan 20.1992/1993 Sukabumi

Ketua PSI Vera Pasaribu Hadiri Buka Puasa Bersama DPC PPP Sergai

Korupsi Uang Restribusi Rp 1,4 Miliar, Mantan Dirut Pudam Tirta Bina Dituntut 8 Tahun Penjara

Kapoldasu Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto SIK MH Dukung Kinerja Bank Sumut

Puan Floresta Bicara Sebut Kepolisian Tak Paham Hukum

Sat Narkoba Polres Sergai Ciduk Anak Medan Diduga Pengedar Ekstasi
Komentar