Dana Desa Batang Gadis Jae Madina Tahun 2023 Bakal Tak Cair, Ini Penyebabnya

Sementara salah seorang tokoh masyarakatdi desa itu mengatakan bahwa pihak BPD belum mau menandatangani berkas permohonan pencairan dana desa itu. Alasannya, dikatakan tokoh masyarakat tersebut BPD tidak menerima Paryati Ningsih Daulay sebagai Pj kepala desa di desa ini.
Baca Juga:
"Kata BPD selagi Paryati yang menjabat kepala desa, mereka tidak mau tanda tangani permohonan berkasnya. Tidak usah dicairkan pun dana desanya tidak masalah,"aku Nasrun dari keterangan yang didapatnya melalui pihak BPD.
Namun sejumlah warga menyayangkan atas sikap BPD dengan PJ kepala desa sehingga berdampak pada pencairan dana desa tersendat. Warga di desa itu pun meminta agar perselihan itu dapat segera diselasaikan dan duduk bersama untuk mecari solusi.
"Kasihan kami sebagai warga dan mohonlah dicarikan solusinya, supaya cepat dicairkan, karena dana desa itu adalah kepentingan masyarakat banyak disini, baik untuk pembangunan di desa yang merata dan penunjang ekonomi warga desa, kalau kejadiannya seperti ini pasti warga desa disini merasa cemas," ungakap warga.
Ditamabahkan warga lain yang ditemui mengutarakan bahwa siapa pun Pj kepala desa yang ditempatkan di desa mereka tidak mempersoalkan itu. Namun yang terpenting dapat membangun desa Batang Gadis Jae.

Tak Dikerjakan Tepat Waktu, Inspektorat Labura akan Periksa Proyek Jembatan Desa Pematang

Proyek Jembatan Desa Pematang Menyebrang ke Tahun 2025, Kadis PMD: Kembalikan Anggarannya ke Kas Desa

Bantah Berselingkuh, Kades Kampung Sawah : Kami Berempat di Dalam Mobil

Warga Kampung Sawah Grebek Kades Bersama Selingkuhannya

Marak Galian C Diduga Ilegal, Kades Pematang Labura : Tangkapkan Terus.
