Polisi Periksa Tiga Orang Dalam Kasus Penganiayaan Kasatpol PP Madina
Tiga saksi yang diperiksa, satu diantaranya yakni pelapor, Yuri Andri, Kasat Pol PP dan Damkar di Madina.
"Saat ini sudah tiga saksi kita periksa, termasuk pelapor/korban juga kita periksa," kata Kapolres Madina, AKBP Reza saat dikonfirmasi, Selasa (13/6/23).
Baca Juga:
Namun, Reza tidak menyebutkan siapa dua saksi lainnya yang telah diperiksa oleh pihak kepolisian Polres Madina.
Sementara, untuk terlapor Ahmad Fauzan, kata Reza, pihaknya sejauh ini belum melakukan pemeriksaan.
"Pemeriksaan terhadap Ahmad itu belum dilakukan, masih dijadwalkan," jelas Reza.
Sebelumnya diberitakan, Yuri Andri membuat laporan ke Polsek Panyabungan. Berdasarkan surat laporan pengaduan (LP) yang dikirim Yuri Andri, laporan tersebut bernomor: LP/B/45/VI/2023/SPKT SEKTOR PANYABUNGAN/POLRES MADINA. Yuri membuat laporan tersebut pada Selasa, 6 Juni 2023.
Yuri melaporkan Fauzan atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Penganiayaan yang disebut dalam LP itu adalah Fauzan membenturkan kepalannya ke kening Yuri.
Akibatnya, Yuri mengalami luka robek di bagian kening. Luka robek tersebut disebabkan oleh besi yang terdapat di topi Fauzan.
"Secara pribadi, saya memprosesnya dengan pro justitia, secara pribadi ke Polsek Panyabungan," kata Yuri kepada, Kamis (8/6/23).
Yuri mengatakan aksi penganiayaan itu terjadi pada Senin (5/6/23) sore di halaman Kantor Satpol PP dan Damkar Madina. Saat itu, dia hendak melaksanakan salat Magrib.
"Kejadiannya itu tanggal 5 (Juni) itu (di halaman Kantor Satpol PP), Senin sore, mau Magriblah, karena saya itu pun mau berangkat salatnya itu," kata Yuri.
Selain itu, Yuri mengungkapkan jika aksi tersebut direkam oleh Kabid Damkar Madina, Martua Matondang. Hal itu Yuri pastikan dari sudut pengambilan video.
"Yang memvideokan ini Kabid itu, saya yakin, karena dari eagle nya itu sudut pengambilan itu (posisi Kabid), karena waktu saya mutar itu saya lihat ada yang videokan," ungkapnya. (HM/dtc).