Wabup Madina Tak Tahu Anggaran Stunting, Mahasiswa Kecewa

"Kami cukup kecewa karena Ibu Wakil Bupati tidak tahu berapa anggaran dari Pemkab Madina terkait penanganan Stunting di Madina. Dia hanya menjelaskan bahwa penanganan Stunting di Madina dilaksanakan lintas dinas dan ada 17 dinas terkait yang melaksanakannya," ungkap Khairul Amri.
Dia juga mengatakan, jawaban yang disampaikan oleh Ibu Wakil Bupati Madina ini seolah-olah penanganan Stunting di Madina tidak dianggap prioritas. Ini yang membuat mahasiswa merasa cukup kecewa.
Baca Juga:
"Walaupun menurut Ibu Wakil dia menyakini di tahun 2023 ini angka Stunting untuk Madina akan menurun. Tapi dia tak bisa menjelaskan secara rinci apa saja yang dilaksanakan oleh Pemkab untuk Stunting ini," tuturnya.
Dengan kekecewaannya ini, Khairul Amri bersama rekan-rekannya akan turun ke desa-desa untuk melakukan cek dan ricek terkait penanganan Stunting. Sehingga mereka bisa menyerahkan data dan fakta yang terjadi di masyarakat. Dan dia pun mengatakan akan turun kembali melakukan aksi jika kenyataannya tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh Wakil Bupati Madina.
"Kita akan pelajari terlebih dulu, kita akan turun ke desa-desa untuk mencari faktanya terkait Stunting ini. Jika kenyataannya tidak sesuai yang disampaikan Ibu Wabup maka kita akan kembali lagi untuk berdemonstrasi dan berorasi di Kantor Bupati," tegas Amri.
Usai pertemuan dengan Mahasiswa, Wakil Bupati Madina yang juga Ketua Tim Penanganan Stunting ini, tampak langsung masuk ke ruangannya tanpa memberikan komentar perihal pertemuan tersebut.

Polres Tapsel Bersama Mahasiswa dan BEM Gelar Baksos Polri Presisi

KSR-PMI Unit UNSAM Bantu Upaya Pencegahan Stunting di Desa Terisolir

Upaya Cegah Stunting, KSR-PMI Unit UNSAM Bagikan PMT di Desa Telaga Tujuh

BRI Telah Laksanakan Lelang Sesuai dengan Ketentuan yang Berlaku, Begini penjelasannya

Kepala Kejaksaan Negeri Mandailing Natal Melantik 3 Pejabat Eselon IV pada Kejaksaan Negeri Mandailing Natal
