Bukan Hanya Indonesia, Negara Asia Lainnya Juga Alami Suhu Panas Ekstrem Hingga 51,2 Derajat Celcius

Istimewa
Ilustrasi
Laman Mayo Clinic menjelaskan heatstroke adalah kondisi kegawatdaruratan. Heatstroke yang tidak ditangani dapat dengan cepat merusak otak, jantung, ginjal, dan otot. Kerusakan semakin parah jika pengobatan ditunda lebih lama, meningkatkan risiko komplikasi serius atau kematian.
Heatstroke dapat terjadi sebagai akibat dari paparan lingkungan yang panas. Dalam jenis sengatan panas, yang disebut sengatan panas nonexertional (klasik), berada di lingkungan yang panas menyebabkan peningkatan suhu inti tubuh.
Jenis sengatan panas ini biasanya terjadi setelah terpapar cuaca panas dan lembap, terutama untuk waktu yang lama. Ini terjadi paling sering pada orang dewasa yang lebih tua dan pada orang dengan penyakit kronis.
Serangan panas dapat menyebabkan:
- Peningkatan suhu tubuh ekstrem
- Kondisi mental berubah
- Kulit terasa panas ketika disentuh
- Mual dan muntah
- Kulit memerah
- Napas cepat
- Detak jantung tidak teratur
-Sakit kepala
Baca Juga:
Editor
:
Tags
Berita Terkait

Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun 2024, BMKG Waspadai Potensi Bencana

Tim Gabungan Evakuasi Korban Tanah Longsor

Berita Langka! Salju Turun di Beberapa Wilayah Afrika Selatan, Menyebabkan Gangguan Transportasi dan Infrastruktur

Mayoritas Bursa Di Asia Melemah, IHSG Masih Mampu Dibuka Menguat

Saham di Asia Tenggara Kompak Menghijau, IHSG Naik 1,51% Pekan Ini

Bursa Asia Bangkit dari Kenaikan, IHSG Ikut Naik ! Namun, Awas Jebakan Batu
Komentar