Setelah 70 Tahun, Arab Saudi Akan Buka Gerai Minuman Alkohol di Riyadh

Salah satu restoran di Riyadh
berwenang di Arab Saudi. Kantong itu digunakan, antara lain, untuk membawa minuman beralkohol dalam jumlah terbatas.
Bagaimanapun, keputusan Saudi untuk membuka toko
minuman beralkohol merupakan langkah terbaru dari rangkaian inisiatif yang dikenal sebagai "Visi 2030".
Negara-negara Teluk lainnya menerapkan aturan serupa.
Namun, Uni Emirat Arab dan Qatar juga mengizinkan penjualan alkohol kepada non-Muslim yang berusia di atas 21 tahun di hotel, klub, dan bar.
Tidak ada indikasi dari dokumen Saudi bahwa pemerintah di sana mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama.
Meskipun alkohol dilarang dalam Islam, Arab Saudi tidak melarang kehadirannya hingga tahun 1952.
Hal ini berubah setelah Mishari bin Abdulaziz Al-Saud, seorang pangeran, menembak mati Cyril Ousman, Wakil Konsul Inggris di Jeddah, pada tahun 1951 karena menolak menuangkan minuman lagi untuknya di sebuah acara.
Setahun kemudian, Raja Abdulaziz memberlakukan larangan total terhadap alkohol. Mishari kemudian dihukum atas dakwaan melakukan pembunuhan. (BBC)
Baca Juga:Visi ini bertujuan meliberalisasi masyarakat Saudi di bawah putra mahkota dan penguasa de facto negara tersebut, Mohammed bin Salman.
Tags
Berita Terkait

Mancini Dipecat Arab Saudi, Timnas Indonesia Bakal Hadapi Pelatih Tangguh yang Kalahkan Messi dan Argentina

Heboh, Arab Saudi akan Bangun Bioskop Dekat Ka'bah

30 Jemaah Haji Embarkasi Solo Sakit di Tanah Suci

Beda Idul Adha di Arab Saudi dan Indonesia, Muhammadiyah Bilang Begini

Kerjasama dengan Arab Saudi, RSUP Adam Malik Sukses Lakukan 10 Operasi Bedah Jantung dalam Waktu Sepekan

Ditanya Apa Rahasia Panjang Umur, Begini Jawab Dua Jamaah Haji Tertua Indonesia Tahun 2024
Komentar