Hindari Bencana dan Datangkan Hujan, Masyakarat Suku Kaso di Pemalang Membuat Boneka Brendung
Hindari Bencana dan Datangkan Hujan, Masyakarat Suku Kaso di Pemalang Membuat Boneka Brendung

Foto: bulat.co.id/Ragil Surono
Masyakarat Suku Kaso di Pemalang Membuat Boneka Brendung
bulat.co.id -Masyarakat suku kaso atau biasa disebut orang Kaso di daerah Kecamatan comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, masih mempertahankan adat istiadat unik didalam menghindari bencana alam atau mendatangkan hujan di saat musim kemarau panjang tiba.
Kaso atau suku Kaso yang bertempat tinggal di kawasan Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dikenal oleh sebagian masyarakat kota Pemalang sebagai gambaran pribadi yang lugu dan jujur, bicara apa adanya, dekat dengan alam dan kuat dalam memegang tradisi budaya yang ada.
Kawasan komunitas warga kaso sendiri, sebenarnya berada tidak jauh dari jalur trans jawa ,yaitu hanya sekitar 5 kilometer arah ke utara dari jalan raya Pemalang - Pekalongan, mereka tidak mendiami di suatu tempat yang terisolir, seperti mungkin gambaran orang.
Warga masyarakatnya kebanyakan berprofesi sebagai petani dan pedagang, sisanya kaum buruh dan pegawai kantoran. Untuk tingkat pendidikan warga masyarakat kaso juga mengalami kemajuan dalam sektor ini, banyak anak-anak muda suku kaso menyandang predikat sebagai sarjana.
Saat ini satu-satunya budaya tradisional yang masih di pertahankan oleh suku kaso adalah brendung.
Sebuah boneka yang terbuat dari tempurung kelapa dan penuh mengandung magis. Pasalnya brendung bisa terbang sendiri dan sangat berat ketika di pegangi empat atau enam orang sekaligus.
Editor
:
Tags
Berita Terkait

Kapoldasu Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto SIK MH Dukung Kinerja Bank Sumut

Ciptakan Tata Kelola Kearsipan Yang Baik, Kemenkumham Jateng Musnahkan Fisik Arsip dan Sosialisasikan Permenkumham Tata Naskah Dinas

Polisi Periksa Rumah Pak Haji Pemilik Kontrakan di Tangerang

Dukungan Pemulihan Pendidikan Melalui Penguatan Literasi

Pemkab Pemalang Adakan Acara Sinergitas dengan Stakeholder dan Insan Pers

Peluncuran Buku Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju dan Back To Basic
Komentar