Makanan Kemasan Mengandung Natrium Berbahaya - WHO Mengajak Untuk Lebih Memilih Makanan Sehat dan Alami

Lebih lanjut, WHO menyerukan komunitas global untuk mengurangi garam dalam makanan dengan memformulasi ulang makanan agar mengandung lebih sedikit garam dan menetapkan target natrium dalam makanan.
Negara-negara didorong untuk menetapkan target kandungan natrium untuk makanan olahan yang sejalan dengan Tolok Ukur Natrium Global WHO dan menegakkannya melalui kebijakan itu.
Baca Juga:
"Pola makan yang tidak sehat adalah penyebab utama kematian dan penyakit secara global, dan asupan natrium yang berlebihan adalah salah satu penyebab utamanya," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Kebijakan pengurangan natrium wajib sangat penting karena dapat menyelamatkan sekitar 7 juta nyawa di seluruh dunia pada tahun 2030, dan dapat mempermudah jalan untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu penurunan angka kematian akibat penyakit tidak menular.
Secara keseluruhan, dengan mengurangi konsumsi natrium dari makanan kemasan dan garam meja, serta meningkatkan konsumsi makanan utuh dan rempah-rempah dan bumbu dapur, dunia dapat mengurangi risiko terkena penyakit yang berisiko tinggi untuk kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke.
WHO telah menetapkan beberapa panduan dan saran yang banyak negara dapat terapkan guna mencapai target natrium global agar memastikan kesehatan masyarakat di dunia.
Dalam hal ini, penting untuk memperhatikan keseimbangan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi dan memperhatikan label kemasan yang tertera.

Terlindas Truk di Jalinsum Sergai, Korban Belum Diketahui Identitasnya

Gelar Koordinasi Dengan DUDI, BBPPMPV Siapkan Tamatan SMK Siap Jadi Tenaga Kerja yang Memiliki Skill

Bencana Kemanusiaan di Gaza, 6% penduduk tewas dan terluka oleh kebrutalan Israel

Seorang Napi Lapas Cipinang Meninggal di Dalam Sel

Kesalahan Umum dalam Memahami 5 Peraturan Dasar Keuangan
