Ereksi Terlalu Lama Berbahaya, Normalnya Berapa Lama?

- Kamis, 19 Oktober 2023 20:00 WIB
Ereksi Terlalu Lama Berbahaya, Normalnya Berapa Lama?
ilustrasi ereksi pria
bulat.co.id -Dalam beberapa kasus, ereksi juga bisa berlangsung sangat lama. Meski cenderung diimpikan pria, namun dalam jangka panjang, kondisi itu tidak baik bagi kesehatan.

Dalam dunia medis, ereksi yang terlalu lama dikenal dengan istilah priapisme atau saat ereksi bisa berlangsung selama 4 jam.

Advertisement

Priapisme adalah kondisi darurat medis. Tanpa pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa memicu disfungsi ereksi permanen dan kematian jaringan.

Baca Juga:

Ada dua jenis priapisme. Priapisme iskemik biasanya muncul dengan rasa sakit. Sementara priapisme non-iskemik biasanya tidak disertai rasa sakit.

Berapa Lama Durasi Normal?

Ereksi umumnya bisa berlangsung selama beberapa menit hingga setengah jam. Namun, durasi akan berbeda-beda pada masing-masing individu tergantung berbagai faktor yang memengaruhinya.

Sebut saja faktor fisik dan psikologis, termasuk usia, stres, kondisi kesehatan, dan pengobatan tertentu yang sedang dijalani.

Mengutip Medical News Today, ereksi terjadi saat aliran darah ke penis meningkat. Kondisi ini menyebabkan perubahan bentuk dan ukuran penis.

Pada dasarnya, ereksi terbagi ke dalam tiga tahap. Pertama adalah penis lunak atau lembek yang dianggap sebagai kondisi 'normal'. Kondisi ini terjadi saat tak ada gairah atau rangsangan seksual.

Kedua saat penis mulai membengkak, saat aliran darah mulai mengalir lebih banyak ke penis. Terakhir, adalah penis ereksi yang menjadi puncaknya.

Ereksi pada dasarnya bisa terjadi kapan saja. Ereksi bisa terjadi sebagai respons terhadap gairah seksual ataupun secara acak.

Ereksi saat bangun tidur dianggap sebagai hal yang biasa. Kondisi ini merupakan proses normal pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh pengaruh siklus tidur dan peningkatan aliran darah saat tidur.

Pada dasarnya, tak ada waktu pasti yang bisa menentukan durasi 'normal' ereksi. Hal ini disampaikan oleh ahli urologi Jay Simhan, sebagaimana dikutip dari Healthline.

Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru