Bursa di Asia Terpantau Bergerak di Zona Hijau dan IHSG Meningkat Perdagangan Hari Ini

The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga hanya jika inflasi sesuai dengan target mereka.
Hal ini mengonfirmasi statement Gubernur Bank Sentral AS sebelumnya, yang mengindikasikan bahwa pasar masih belum mendapatkan arah kebijakan yang jelas terkait suku bunga acuan The Fed ke depan.
Baca Juga:
Meskipun begitu, pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin melihat bursa di Asia terpantau bergerak di zona hijau dan IHSG meningkat pada sesi perdagangan pagi ini.
IHSG mencapai level 7.200, sedangkan Rupiah menguat di level 16.330 per US Dollar. Saat ini, tidak ada tekanan besar yang terjadi di pasar keuangan.
Sikap The Fed yang dinilai merugikan pelaku pasar ternyata belum memicu adanya tekanan pada pasar keuangan. Beberapa indikator keuangan lainnya juga terpantau tidak merespon kebijakan The Fed tersebut.
Imbal hasil dari US Treasury 10 Tahun malah mengalami penurunan ke level 4.354%, sedangkan USD Index turun mendekati level 105.
Kemungkinan pemangkasan suku bunga AS baru akan dimulai pada tahun 2025 mendatang. Walaupun inflasi AS mengalami penurunan, penurunannya berjalan lambat sehingga suku bunga global diperkirakan akan bertahan tinggi untuk waktu yang lama.
Di sisi lain, harga emas mengalami kenaikan yang lumayan pada periode ini meskipun prospek penurunan bunga acuan semakin suram.
Pada sesi perdagangan pagi, harga emas naik ke level $2.360 per troy ons. Harga emas mendapatkan sentimen positif dari tensi geopolitik yang sedang memanas belakangan ini.

Rupiah Lanjut Melemah Terhadap US Dolar

Data Ekonomi AS Mixed, IHSG dan Rupiah Bergerak Menguat di Sesi Pembukaan

Ketika Ketegangan Iran-Israel Menghantui Pasar Keuangan

Jelang Rilis Data Ketenaga Kerjaan AS, Rupiah dan IHSG Menguat

Saham di Asia Tenggara Kompak Menghijau, IHSG Naik 1,51% Pekan Ini
