Kemenkeu Siapkan 5 Strategi Perkuat Penerimaan Perpajakan

Pemerintah merencanakan penerimaan perpajakan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2024 senilai Rp2.309,9 triliun. Nilai
tersebut telah disetujui oleh DPR untuk menjadi UU APBN 2024.
Baca Juga : 17 Program Dirancang Koalisi Indonesia Maju untuk Menangkan Prabowo
Ihsan optimistis target tersebut bisa terpenuhi, menimbang kinerja penerimaan
perpajakan yang tetap bergerak positif hingga sejauh ini, dengan capaian
terakhir pada Agustus 2023 sebesar Rp1.418,5 triliun.
"Jadi, mudah-mudahan tahun 2024 nanti, dengan apa yang kita alami sampai saat
ini,insya Allahtarget kita bisa kita penuhi di 2024," ujar
Ihsan.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan
rasio perpajakan diupayakan terus meningkat dengan menjaga iklim investasi di tengah
gejolak perekonomian global dan risiko fluktuasi harga komoditas.
Pemerintah juga akan tetap menggunakan insentif perpajakan untuk mendukung
kesejahteraan rumah tangga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan rencana penerimaan perpajakan tersebut, pemerintah menganggarkan
pendapatan negara dalam APBN 2024 sebesar Rp2.802,3 triliun, yang turut
didukung dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp492,0 triliun.
(dhan/ant)
Baca Juga:

Kali ini Edi Endi Benar benar Mendatangkan Uang Dari Laut ke Darat

Tim Satgas Peredaran Rokok Ilegal di Mabar Dapat Suntikan Dana 1 Miliar Dari Kemenkeu

Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Uniflor Tanam Ratusan Pohon di Nagekeo

Pendidikan Ekonomi Universitas Flores Ende Gelar Abdimas di Nagekeo

Kemenkeu Pastikan PPN 12 Persen Tak Pengaruhi Target Pertumbuhan Ekonomi
