Warga di Labuan Bajo Marahi Pemilik Hotel karena Dilarang Masuk Pantai

Rafael Taher, warga yang mengamuk itu hendak bermain ke pantai Binongko bersama temannya, namun dicegat oleh sekuriti hotel.
Rafael yang tidak terima akan sikap sekuriti hotel, ia pun marah marah dan teriak, "Pantai d Ema Dehau ho ko? [Pantai ini milik Bapakmu?], Ha? Ini Pantai siapa? Siapa yang suruh [larang - red] tidak boleh masuk? Ini pantai siapa ini? Milik negara atau milik pengusaha? Kau sembarang saja kau. Larang lagi masyarakat menikmati pantai," teriak warga Labuan Bajo itu sambil menunjuk nunjuk beberapa orang yang lagi bersantai di sebuah pondok yang dibangun di tengah laut.
Baca Juga:
Dalam video yang dibagi oleh Warga Labuan Bajo itu, ia menuliskan "Pada suatu senja, saya dgn teman saya hendak menikmati pantai Binongko pesisir utara labuan bajo. Pantai yang dulu di nikmati umum, sekarang sudah menjadi milik peribadi investor," tulisnya.
Ia menceritakan "Pada sa'at saya dengan teman hendak memasuki pantai binongko, kami dilarang oleh satpam untuk menikmati pantai tersebut, dengan penuh keyakinan saya dan teman tetap memasuki pantai, sebab kami yakin aturan negara membenarkan bahwa pantai garis sepadan pantai adalah tempat umum/public sphere. Sampai di pantai, kamipun dilarang lagi oleh satpam yang lain untuk jalan di pantai, maka terjadilah adu mulut. Itu cerita kami sore ini 31/3/2025," bebernya.

Uskup Labuan Bajo Jalan Salib Bersama Tahanan di Labuan Bajo

PMKRI Cabang Labuan Bajo Mengecam Keras Upaya Privatisasi Pantai di Labuan Bajo

Pelaku Wisata: Labuan Bajo Masih Promosi untuk Hadirkan Investor

Sainal Mengaku Keliru, Yang Menyebut Kerusakan Lahan Pertanian karena Bencana Alam Bukan Penyidik

Ferdy Hasiman Minta Pemda Terapkan Pajak Gelombang Udara
