Siswa Aliyah di NTB Tewas Usai Hp Android Meledak
Redaksi - Jumat, 04 Agustus 2023 10:30 WIB
internet
Ilustrrasi
bulat.co.id -LOMBOK TENGAH |
Seorang siswa madrasah aliyah (MA) asal Dusun Tambun, Desa Pengadang, Kecamatan
Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu ditemukan
tewas di kamarnya pada Kamis (3/8/23) pagi.
Menurut Agus, JA pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh ayahnya sekitar pukul 06.30 Wita. Pagi itu, kata Agus, sang ayah hendak membangunkan JA untuk sholat subuh. Kebetulan, posisi kamar JA berada di bagian belakang rumah.
JA tewas dengan kondisi yang mengenaskan, tubuh JA gosong
dengan luka bakar pada dada, tangan kiri, leher, hingga kepalanya.
Baca Juga:
Kapolsek Praya Tengah Iptu Agus Priyatno menuturkan, JA tewas
akibat tersetrum saat subuh. Ia menduga siswa berusia 16 tahun itu sempat
bermain handphone sambil mengisi daya hingga ponsel Android miliknya meledak.
Baca Juga :Truk Tangki Pertamina Ludes Terbakar di Gerbang Tol H Anif, 4 Unit Mobil Damkar Diterjunkan"Mungkin saja handphone korban itu meledak saat korban teleponan atau main game atau nonton sambil ngecas (HP) di dalam kamar," tutur Agus.
Menurut Agus, JA pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh ayahnya sekitar pukul 06.30 Wita. Pagi itu, kata Agus, sang ayah hendak membangunkan JA untuk sholat subuh. Kebetulan, posisi kamar JA berada di bagian belakang rumah.
Editor
: Hendra Mulya
Tags
Berita Terkait
KKN Kemanusiaan Kelompok 13 Pulihkan Psikologis Siswa Pascabencana
Kontribusi Nyata Pasca Banjir, Kelompok 10 KKN Kemanusiaan UNSAM-UNY Gelar Kegiatan Edukatif dan Keagamaan di Desa Marlempang
HPN 2026 Banten: Hajatan Nasional atau Panggung Eksklusif Gerombolan Pedagang ?
Unjukrasa di Kantor Gubernur dan Polda Sumut, BEM SI Desak Robohkan Diskotek Blue Night
Mahasiswa KKN Kemanusian Kelompok 14 UNSAM - UNY Memperingati Isra Mi'raj, Upaya Pemulihan Trauma Masyarakat Pasca Bencana di Desa Tanjung Lipat 1
Hijaukan Harapan, Tutup Luka Trauma: Aksi Kemanusiaan Kelompok 16 KKN Unsam–UNY di Seuneubok Aceh Pasca Banjir Bandang
Komentar