Kasus Perceraian di Sergai Hampir Capai 800 Perkara
"Sejak Januari 2023
sampai dengan Juli kita sudah menerima perkara perceraian hampir 800 kasus atau
percisnya 780 perkara. 90 persen yang menggugat itu adalah istri," kata Humas
PA Sei Rampah Istiqomah Sinaga saat ditemui di kantornya kepada wartawan, Kamis
(27/7).
Baca Juga:
Baca Juga :Eksekusi Lahan di Desa Cempedak Lobang Nyaris Ricuh
Lanjutnya, untuk data
peningkatan masalah perceraian akan diketahui diakhir tahun yang dituangkan
dalam laporan tahunan. Namun, dari tahun ke tahun tidak banyak perbedaan walau
ada peningkatan. "Alasan perceraian itu bermacam-macam penyebabnya, ada faktor ekonomi,
perselingkuhan, narkoba dan KDRT. Untuk di Sergai, faktor ekonomi itu yang
lebih banyak diikuti kasus KDRT," bebernya.
Istiqomah menambahkan, total keseluruhan masalah peningkatan kasus perceraian di Sergai nanti diakhir tahun baru dapat diketahui. Apakah lebih dari tahun lalu (2022) yang mencapai 1.200 kasus perceraian atau menurun.
Warga Resah, Truk Limbah Diduga Milik PT Sabas Breeding Farm Jadi Sorotan
Polsek Teluk Mengkudu Peduli Korban Kebakaran di Desa Bogak Besar
Gelar KRYD, Polres Serdang Bedagai Pastikan Kondusifitas Tetap Terjaga
Yusnar Al-Banjari Terpilih Jadi Ketua Wartawan Mitra Humas Polres Sergai Periode 2026–2028
Sempat Dihentikan BGN, 14 Dapur MBG di Sergai Kini Kembali Beroperasi