Workshop Musik Tradisional Batch 2 Kota Langsa Angkat Tema Modernisasi Musik Tradisi

Kegiatan kali ini merupakan kerjasama dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I telah menyetujui diadakannya Workshop Musik Tradisional yang sebelumnya sudah lulus seleksi.
Baca Juga:
"Kegiatan workshop musik tradisional ini sudah kita lakukan pertama di tahun 2023, dan kita mengambil tema ini karena saat ini generasi sekarang terutama gen z sudah kurang memiliki minat terhadap tradisi," jelas Reva Mazuin, SE selaku penyelenggara.
Menurutnya, seniman atau pegiat seni perlu upaya yang besar untuk melestarikan tradisi budaya karena pengaruh zaman yang sangat mengikis kecintaan generasi saat ini kepada budaya.
"Jadi kita harus bekerja keras untuk mengamankan dan melestarikan tradisi budaya yang pernah ada. Kita harus menjelaskan kepada generasi sekarang bahwa musik-musik tradisional ini bisa di kombinasikan dengan musik-musik modern," tambahnya.
Reva juga menyebutkan contoh karya-karya dari pemateri workshop yang merupakan seniman Aceh. Karya para pemateri tersebut sangat diminati sampai ke tingkat nasional dan internasional. Pemateri yang dimaksud antara lain Zul Afrizal, M.A (Joel Pase), Dwi Agustiani S.Pd (Dwi Tya Maharani), Laillisa'adah, M.Si, dn Chairuman.
"Kami mengundang beberapa pemateri tersebut karena saat ini mereka merupakan seniman yang sudah mengkombinasi musik tradisional dengan musik modern. Melalui Karya-karya mereka, kita coba kasih pemahaman kepada peserta bahwa ini juga bisa lebih dinikmati oleh kaum gen z," tutup Reva.

Pasca Aksi Damai, Mahasiswa Tuntut DPRK Langsa Tindak Lanjuti Petisi

Pemilihan Ketua OSIS SMA Negeri 5 Langsa Jadi Aksi Nyata Penerapan Proyek P5

KSR-PMI Unit UNSAM Bantu Upaya Pencegahan Stunting di Desa Terisolir

Kondisi Tanggul di Gampong Teungoh Kota Langsa Kian Mengkhawatirkan

Kondisi Tanggul di Gampong Teungoh Kota Langsa Kian Mengkhawatirkan
