Kasihan Pedagang Makanan di Pemalang Turun Omzet Gegera Tumpukan Sampah di Mana-mana

Mirisnya tumpukan sampah tersebut berada tidak jauh dari para pedagang makanan dan fasilitas ibadah.
Baca Juga:
Pemandangan dan suasana tak mengenakkan ini pun dikeluhkan warga sekitar.
Semenjak TPA sampah Pegongsoran ditutup oleh Pemkab Pemalang pada awal bulan Juli ini, tumpukan sampah semakin sulit untuk diatasi.
Komitmen pemerintah setempat untuk maksimal mengatasi sampah, sampai saat ini hanya sekedar janji belaka pada kenyataannya sampah masih berserakan di mana-mana.
Seperti yang terlihat di beberapa sudut kota Pemalang, tumpukan sampah sudah beberapa hari dibiarkan teronggok tanpa diangkut oleh para petugas kebersihan sampah.
Akibatnya membuat pemandangan jalanan kota dan gapura pintu masuk perkampungan terlihat jorok dan berbau tak sedap.
Tidak hanya itu adanya tumpukan sampah juga berakibat pada para penjual makanan yang menjajakan dagangannya di sepanjang jalan Sudirman.
Diyono (50) seorang pedagang bubur ayam mengeluh daganganya berkurang karena di kanan dan kiri lapaknya ada tumpukan sampah.
"Biasanya 4 kilo habis, sekarang cuman 3 kilo terkadang ngga habis," keluh Diyono, pada Minggu (14/7/2024).
Diyono meminta tumpukan sampah yang sudah tiga hari lamanya ini, segera diambil untuk dibuang.

Kadis DLHK Mabar Hampir Memegang Tinja Ketika Bakti di Pasar

Antisipasi Bencana Gempa Bumi, Rutan Pemalang Gelar Simulasi Penyelamatan

Anak -anak di Pemalang Manfaatkan Daun Pisang Untuk Payung Saat Hujan Tiba

Optimis Dapat Mendulang Suara 70 Persen Pada Pilkada, Ratusan Kader PKS Turun Ke Jalan

Dibawah Guyuran Hujan, Program Jumat Berkah Rizal Bawazier Tetap Dilaksanakan
