Kisah Unik Sebuah Desa di Kabupaten Pemalang: Warganya Punya Pantangan Pelihara Sapi

Warga di desa ini percaya bahwa mereka harus menghindari memelihara sapi.
Keyakinan ini telah berlangsung lama dan tak seorang pun dari penduduknya yang berani untuk melanggarnya hingga saat ini.
Baca Juga:
Meskipun kadang-kadang mereka memerlukan sapi, warga Desa Kejene harus menai kandang sapi dari luar daerah desa.
Mereka percaya bahwa memelihara sapi akan membawa kesialan dan mengakibatkan kehilangan kekayaan.
Desa Kejene berbatasan dengan hutan jati dan dikelilingi oleh Sungai Waluh di selatan.
"Belum lama ada warga yang nekat memelihara sapi, tapi ya akhirnya ludes habis rata dengan tanah," tutur Yasir, warga Dukuh Beber, Desa Kejene.
Daerah ini terkenal dengan kepercayaan mistisnya, sehingga keyakinan tentang larangan memelihara sapi semakin diperkuat.
Keyakinan ini dapat ditunjukkan oleh beberapa kejadian nyata yang pernah terjadi.
Sebagai contoh, ada seorang warga yang mencoba mengabaikan pantangan tersebut dan berusaha memelihara sapi; sayangnya, sapi itu habis terkikis dan hilang di bawah tanah.
Cerita-cerita semacam ini telah diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pantangan ini sekarang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Desa Kejene dan sangat memperkuat identitas serta kepercayaan lokal mereka.
Warga setempat memilih untuk tetap memegang teguh kepercayaan ini, dan melanjutkan tradisi tanpa memelihara sapi.
Kisah unik ini menjadi salah satu daya tarik untuk Desa Kejene, yang menunjukkan betapa kuatnya pengaruh budaya dan kepercayaan lokal di tengah arus modernisasi.

Kakanwil Kemenkumham Jateng Berharap Organisasi Semakin Agile, Adaptif dan Akomodatif

PDIP Menunjuk Mantan Panglima TNI sebagai Calon di Pilkada Jawa Tengah

Kerapatan Sapi Sukses Tergelar, Disporapar Ajak Lestarikan Budaya Hingga Wisata di Pamekasan

Ormas Pemuda Pancasila Se-Jateng Gelar Baksos di Pantai Kebumen

PT Soeloeng Laoet Kembali Larang Ngangon Ternak, Masyarakat Mengadu Kemana?
