Kades di Langkat Menjerit, Minta Outbound Ditiadakan

"Biasanya itu tiga kali, peserta pertama kades, kemudian disusul perangkat desa dua kali. Biaya sama, setiap kegiatan diminta Rp3,5 juta," ungkap kades yang minta namanya dirahasiakan.
Baca Juga:
Lebih lanjut dijelaskannya, sebelum adanya outbound, PMDK meminta anggaran Bimtek. Belakangan, sebutnya, Bimtek dilarang dan diganti judul menjadi outbound.
"Cuma judul aja beda, kegiatannya sama aja. Ada pembekalan dan hiburan, seperti itulah. Biasanya dua hari. Narasumber ya dari mereka (PMDK)," bebernya.
Agar kegiatan ini tidak menjadi perhatian, sambungnya, PMDK dan Apdesi membuat kegiatan outbound secara bertahap. "Sekarang dibuat per dua kecamatan, jadi gak terlalu ramai. Nanti, Apdesi kecamatan yang mengumpulkan dana dan diserahkan ke Apdesi kabupaten," terangnya.
Jika kegiatan ini terus berlanjut, katanya, maka sudah jelas 240 Kades yang ada di 23 kecamatan Langkat menjadi sapi perah. "Udah gak salah lagi, kalau dibiarkan memang benar jadi sapi perah kami. Bila perlu Poldasu atau KPK langsung lidik aja ini," harapnya.

Tak Dikerjakan Tepat Waktu, Inspektorat Labura akan Periksa Proyek Jembatan Desa Pematang

Proyek Jembatan Desa Pematang Menyebrang ke Tahun 2025, Kadis PMD: Kembalikan Anggarannya ke Kas Desa

Bantah Berselingkuh, Kades Kampung Sawah : Kami Berempat di Dalam Mobil

Warga Kampung Sawah Grebek Kades Bersama Selingkuhannya

Marak Galian C Diduga Ilegal, Kades Pematang Labura : Tangkapkan Terus.
