Perekrut TPPO di NTT Disinyalir Keluarga Sendiri, Gabriel Goa: Pemprov Kurang Prioritas

- Selasa, 30 April 2024 18:32 WIB
Perekrut TPPO di NTT Disinyalir Keluarga Sendiri, Gabriel Goa: Pemprov Kurang Prioritas
net
Ilustrasi.

Meski demikian, jumlah korban yang mengalami serangkaian penyiksaan dan meninggal adalah terbanyak dari NTT.

Advertisement

"NTT identik dengan kasus the Coffin death (korban berakhir dalam peti mati), sudah begitu meresahkan dan pemerintah yang sekarang kurang memprioritaskan penanganan TPPO secara ekstra ordinary di NTT. Apalagi dengan beruntunnya acara-acara seperti Pilpres dan Pileg,"beber Gabriel Goa.

Baca Juga:

Lebih lanjut diterangkan Gabriel Goa, kasus TPPO di NTT itu unik karena ada yang disebut perdagangan orang melalui kemauan sendiri (tradisi) dan masyarakat pesisir serta nelayan asal NTT sengaja mereka mencari ikan, menembus laut zona ekonomi ekslusif (ZEE) untuk tujuan akhir bekerja di Australia.

Begitu mereka sampai di Australia, kata dia, mereka ditahan di detention centre di Australia.

Selama masa penahanan, jelasnya, mereka bisa bekerja di Australia, dapat makan, dapat uang yang menurut mereka besar dibanding bersusah payah sebagai nelayan.

Untuk itu Padma Indonesia dan Koalisi Masyarakat Sipil Lawan Kejahatan Terorganisir dan Perdagangan Orang mengajak semua pihak dan lembaga-lembaga yang memang bekerja untuk TPPO untuk mengambil langkah extraordinary untuk atasi TPPO di NTT karena NTT Darurat Human Trafficking.

Gabriel mengaku akan mulai program advokasi menyadarkan Pengambil Kebijakan di tingkat kabupaten dan provinsi untuk punya perspektif korban dan regulasi serta implementasi terkait TPPO dan Migrasi Aman melalui program GEMA HATI MIA (Gerakan Masyarakat Anti Human Trafficking Migrasi Aman).

"Kami mulai dari dari daerah Lembata NTT pada 3-4 Mei 2024 dan akan menjangkau 22 Kabupaten/Kota di NTT yang kami pertimbangkan sebagai Red Flag untuk berbenah. Semoga rejim baru dan legislators NTT yang baru akan punya gerakan untuk melawan perdagangan orang,"katanya

Editor
: Andy Liany
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru