Polisi Bekuk 3 Pelaku Penembakan 3 Pemuda di TTU, Ini Identitasnya

"Ada tiga pelaku yang telah kita tangkap," kata Kepala Satreskrim Polres TTU Inspektur Polisi Satu (Iptu) Djoni Boro, melansir kompas, Rabu (25/10/2023) petang.
Tiga pelaku itu, lanjut Djoni, yakni berinisial LL, HL dan YN.
Baca Juga:
Djoni memerinci, LL dan HL warga Fatuteke, Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu. Sedangkan YN merupakan warga Desa Nifulina, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.
"Ketiga pelaku diamankan di tempat dan waktu berbeda," kata Djoni.
Djoni menjelaskan, LL ditangkap di salah satu kebun warga di Desa Woeain, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka pada Selasa (18/10/2023) lalu.
Saat menangkap LL, polisi menyita satu pucuk senapan angin jenis Moser. Polisi kemudian menginterogasi LL. Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menuju kabupaten tetangga di Kabupaten Malaka.
Pada Jumat (20/10/2023), tim Buser Polres TTU mengamankan dua pelaku lainnya yakni HL dan YN. Keduanya ditangkap di Manumutin, Desa Wederok, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
Setelah ditangkap, tiga pelaku langsung dibawa ke Markas Polres TTU untuk proses hukum lebih lanjut. Ketiga pelaku sudah diamankan polisi di Rutan Polres TTU untuk 20 hari ke depan.
Sebelumnya diberitakan, tiga orang pemuda asal Peboko, Kelurahan Kefamenanu Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), terkena tembakan oleh orang tak dikenal, Jumat (22/9/2023).
Tiga pemuda itu yakni RS, DS dan JL. Dua nama pertama adalah kakak beradik.
RS terkena tembakan di leher bagian kiri dan DS di bagian punggung sebelah kanan. Sementara JL mengalami luka tembakan di punggung sebelah kanan.
Ketiganya langsung dilarikan ke rumah sakit karena luka dan proyektil yang masih bersarang dalam tubuh mereka.
Sebelumnya, Pihak kepolisian diminta segera menangkap pelaku penembakan terhadap tiga pemuda di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Permintaan ini disampaikan PS, ayah dari korban penembakan itu.
"Sebagai ayah, saya hanya minta tolong polisi segera tangkap orang yang tembak anak-anak saya. Sebab anak-anak saya tak tahu apa-apa. Mereka hanya pergi menonton pameran ramai-ramai tetapi mengapa mereka ditembak," kata PS saat diwawancarai sejumlah wartawan di pelataran RSU Siloam Kupang, Senin (25/9/2023).
PS menjelaskan, dua anaknya yang menjadi korban penembakan di sekitar Jembatan kilometer 1 Kota Kefamenanu itu yakni DS dan kakaknya RS. RS yang terkena tembakan di leher sebelah kiri, kondisinya berangsur membaik.
Peluru senapan angin yang bersarang di lehernya telah berhasil dikeluarkan oleh dokter di RSUD Kefamenanu beberapa jam setelah penembakan pada Jumat (22/9/2023).
Sedangkan DS yang terkena tembakan di bagian punggung, tak bisa dikeluarkan pelurunya. Sehingga dirujuk ke RSU Siloam. Pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita, DS sudah menjalani operasi, tetapi peluru masih belum berhasil dikeluarkan dari tubuhnya. Ayah parubaya yang merupakan petani ini begitu sedih sehingga tak kuasa menahan tangis saat diwawancarai.
"DS tadi sudah dioperasi, tetapi peluru tidak ditemukan. Saat foto rontgen ada peluru, tetapi saat dioperasi peluru itu semacam siluman karena menghilang," ungkap PS menahan tangis.
Untuk saat ini, lanjut PS, anaknya masih dirawat hingga tiga hari ke depan sambil minum obat antibiotik untuk menahan rasa sakit. Selain DS, korban lainnya yang juga dirawat di RSU Siloam Kupang adalah JL. Kondisi JL sama dengan DS, masih terbaring lemah di RSU Siloam Kupang karena peluru masih bersarang di punggung mereka.

Mawatu Resort Babat Mangrove untuk Bangun Tanggul, AHY: Mangrove Itu Tanggul Alami

Wagub Jhoni Asadoma Tinjau Hotel yang Membabat Mangrove dan Memagari Laut di Labuan Bajo

Wagub NTT Tahan Kencing Gara gara Toilet Rusak

Walhi NTT Buka Suara Soal Reklamasi Pantai Mawatu Resort

Floresa Minta Polda NTT Profesional Tangani Kasus Kekerasan Terhadap Pimred Floresa
