Pj Gubernur NTT Tandatangani Deklarasi Damai Pemilu Serentak 2024

- Rabu, 18 Oktober 2023 09:30 WIB
Pj Gubernur NTT Tandatangani Deklarasi Damai Pemilu Serentak 2024
Istimewa
Advertisement

Ia berharap agar semangat dalam mewujudkan kampanye pemilu damai, aman dan tertib yang dituangkan dalam naskah bersama dan ditandatangi oleh semua pemangku kepentingan terkait khususnya para peserta Pemilu 2024, tentunya bukan sekadar formalitas dan seremonial belaka, melainkan memuat komitmen dan konsistensi seluruh peserta pemilu untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi keseluruhan tahapan pemilu 2024 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:

"Saya menghimbau kepada penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, Panitia Ad Hock, Badan Pengawas Pemilu Provinsi dan Kabupaten/Kota, Pengawas Pemilu Lapangan agar tetap bertindak sebagai wasit yang adil. Perlakukan semua peserta Pemilu secara adil, dengan mengedepankan integritas, kemandirian dan sikap profesional. Saya mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk menyukseskan seluruh tahapan pemilu 2024 dalam semangat kegembiraan dan persaudaraan. Pilihan politik boleh beda, tapi kita tetap satu dan bersaudara dalam satu ikatan Flobamorata." Tegas Ayodhia.

Pada kesempatan yang sama Kapolda NTT Johny Asadoma memaparkan bahwa berkaca dari pemilu sebelumnya di tahun 2019, data penanganan pelanggaran pemilu yang teregistrasi oleh Bawaslu NTT sejumlah 121 pelanggaran yang terdiri dari 75 temuan dan 67 laporan. Data tersebut jelas Johny menunjukkan angka pelanggaran pemilu yang cukup tinggi di wilayah NTT sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif untuk menekan angka pelanggaran pemilu yang berbanding lurus dengan potensi kerawanan pemilu 2024.

"Untuk itu, demi mereduksi potensi kerawanan pada setiap tahapan pemilu 2024, mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas dan legitimatif, membangun kesadaran moral dari seluruh peserta pemilu dan memberikan edukasi politik kepada masyarakat, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menginisiasi kegiatan deklarasi pemilu damai dari 18 partai politik peserta peserta pemilu yang pada hakikatnya bertujuan untuk menciptakan suasana pemilu yang sejuk dan kondusif saat dan pasca pemilu serentak tahun 2024." Jelas Johny.

Baca Juga :Di Tengah Ambiguitas Pemkab Mabar Atas Persoalan HPL dan Lahan Usaha Dua Warga Translok

"Deklarasi ini juga merupakan bentuk sinergitas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur bersama seluruh stake holder dan partai politik peserta pemilu yang nantinya dapat menjadi pedoman, dimaknai dan digaungkan kepada seluruh simpatisan dan massa pendukung agar secara sadar mengambil tanggung jawab bersama untuk menjaga situasi KAMTIBMAS pada setiap tahapan pemilihan umum tahun 2024." Tambah Kapolda Johny Asadoma.
(Biro Aps NTT)

Editor
: Hendra Mulya
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru