Bupati Manggarai Barat Ngaku Sudah Bagikan Lahan Usaha 2 Beserta Sertifikat, Warga Translok : Dia Bohong

Saverinus Suryanto, warga Translok yang ditemui utusan presiden tersebut, dipanggil ke Polres Manggarai Barat. Rio, sapaan akrabnya kaget saat mengetahui orang yang menemuinya adalah Kepala Sekretaris Militer Presiden.
Baca Juga:
Didampingi Kapolres Manggarai Barat, AKBP Felly Hermanto dan Kasat Intelkam Manggarai Barat, AKP Markus Wangge, Rio menyodorkan beberapa dokumen yang sebelumnya diminta oleh utusan presiden tersebut. Dokumen dokumen itu kemudian diterima oleh utusan presiden tersebut dan dijanjikan akan disampaikan kepada Presiden Jokowi. Sebagai imbalannya, warga Translok tidak melakukan aksi demonstrasi.
Sejak saat itu, warga Translok tidak mendapatkan kabar apakah dokumen - dokumen itu diterima oleh Presiden Jokowi atau tidak.
Baca Juga :Bupati Manggarai Barat Lapor Warga, PMKRI Ruteng: Penegek Hukum Jangan Main Mata">Soal Kasus Bupati Manggarai Barat Lapor Warga, PMKRI Ruteng: Penegek Hukum Jangan Main Mata
Warga Translok kembali mengubur harapannya akan mendapatkan lahan usaha 2 yang kabarnya adalah lahan persawahan.
Saat yang bersamaan, aktivis yang tergabung dalam wadah Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP NTT) di Jakarta melakukan aksi demonstrasi tepatnya pada 09 Mei 2023.
SP NTT Jakarta itu memasukan masalah yang tengah dialami masyarakat Translok itu ke dalam agenda (tuntutan) demonstrasi.
Namun, aksi demo SP NTT itu tidak dilanjutkan karena dicegat oleh orang yang tidak dikenal dengan alasan keamanan, sementara saat itu, pihak keamanan (kepolisian) berada di lokasi. SP NTT yang tidak mau berurusan dengan orang yang diduga preman bayaran itu memilih mengalah.
SP NTT melalui media sosial instagram mem posting beberapa gambar poster dengan isi tuntutan. Salah satu gambar tersebut adalah muka Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. Dalam gambar tersebut, muka Bupati Manggarai Barat itu ditambah tanduk berwarna merah dan gambar satunya lagi kaki yang melayang tepat di wajah bupati Manggarai Barat itu.

3 Anak Kampung Desa Watu Manggar Manggarai Barat Rindu Kehadiran Listrik Negara

Uskup Labuan Bajo Jalan Salib Bersama Tahanan di Labuan Bajo

Sainal Mengaku Keliru, Yang Menyebut Kerusakan Lahan Pertanian karena Bencana Alam Bukan Penyidik

Pelaku Pembunuhan di Labuan Bajo Terancam Bui 15 Tahun

GT, Tersangka Pembunuhan di Labuan Bajo Menyerahkan Diri ke Polisi
