Warga Kecewa Jalan KEK Golo Mori Senilai 475 Miliar Kerap Dilintasi Hewan Ternak

KEK Golo Mori merupakan salah satu venue dalam KTT ASEAN pada bulan mei lalu.
Meski merupakan jalan Kawasan Ekonomi Khusus, jalan tersebut seperti tak diperhatikan lagi usai ivent penting itu.
Warga Nanga Nae saat mengikuti kegiatan Jumat Curhat yang digelar Polres Manggarai Barat di Nanga Nae pada Jumat, (4/8/23) mengutarakan aspirasinya terkait persoalan tersebut.
Warga meminta petugas kepolisian untuk menertibkan hewan ternak yang kerap dilepas liar, seperti sapi dan kambing.
Menurut warga Nanga Nae, hal itu sangat mengganggu warga terutama para pengguna jalan.
Baca Juga:
Baca Juga :Manggarai Barat Utus 16 Atlet Karate Ikuti Piala Kapolda Tahun 2023">Manggarai Barat Utus 16 Atlet Karate Ikuti Piala Kapolda Tahun 2023
"Pihak Polres Manggarai Barat khususnya Bhabinkamtibmas dapat menertibkan hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya maupun di kebun warga, apalagi daerah kita sudah menjadi destinasi pariwisata super premium," kata Syarifuddin, warga Nanga Nae.
Menurut dia, selain mengganggu para pengguna jalan, hewan tersebut juga merusak tanaman warga.
Untuk itu, kata dia, petugas harus mengimbau pemilik ternak agar dapat dikandangkan.
"Kami minta Bapak Polisi bisa membantu mengimbau kepada warga yang mempunyai hewan ternak, karena berbahaya untuk pengendara yang melewati jalan lintas Labuan Bajo - Golo Mori terutama bagi wisatawan yang hendak berwisata ke Pantai Golo Mori," katanya.
Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M. melalui Wakapolres, Kompol Budi Guna Putra, S.I.K., mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mensosialisasikan keluhan masyarakat kepada pemilik ternak.
"Daerah kita ini sudah menjadi kawasan super premium sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan. Kita sebagai masyarakat harus menjaga status super premium dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo," jelasnya.
Ia juga menekankan Jika himbauan itu tidak diindahkan, maka langkah selanjutnya dengan menerapkan aturan yang ada (Perda).
"Kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan penertiban sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Manggarai Barat, demi keamanan dan keindahan serta ketertiban di kota super premium ini," sebutnya.
Selain itu, Kompol Budi Guna Putra, S.I.K., juga mengatakan kegiatan itu sebagai ajang silaturahmi sekaligus mendengarkan saran, masukan, dan keluhan masyarakat terkait pelayanan kepolisian dan kamtibmas.
Baca Juga :Menko PMK dan Kepala BNPB Gunakan Rompi Antipeluru saat Kunjungi Lokasi Bencana Kelaparan di Puncak Papua
"Selama ini Manggarai Barat cukup kondusif, salah satunya tetap peduli terhadap situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing," ujar Perwira berpangkat Komisaris Polisi itu.
Untuk itu, dia berharap peran warga dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungannya masing-masing sangat diperlukan demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif.
"Jika menemukan hal mencurigakan agar tidak ragu melapor ke Polsek terdekat minimal ke Bhabinkamtibmas atau Babinsa serta hotline 110 yang dapat menerima laporan 1 x 24 jam," pintanya.

Uskup Labuan Bajo Jalan Salib Bersama Tahanan di Labuan Bajo

Sainal Mengaku Keliru, Yang Menyebut Kerusakan Lahan Pertanian karena Bencana Alam Bukan Penyidik

Pelaku Pembunuhan di Labuan Bajo Terancam Bui 15 Tahun

GT, Tersangka Pembunuhan di Labuan Bajo Menyerahkan Diri ke Polisi

Mawatu Resort Babat Mangrove untuk Bangun Tanggul, AHY: Mangrove Itu Tanggul Alami
